Polisi Ungkap Isi Pesan David Kasus Depok, Alami Depresi Sejak 2015

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 18:02 WIB

4094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Polisi mengungkapkan bahwa David Arianto Wibowo (38) yang ditemukan meninggal bunuh diri di dalam kamar mandi bersama dengan ibunya, Grace Arijani Harapan (64) mengalami depresi sejak tahun 2015.

Hal tersebut berdasarkan bukti catatan pesan yang ditemukan di dalam handphone milik David yang sudah teridentifikasi melalui pengecekan DNA.

“Kami menemukan petunjuk penting isi dari laptop yang mungkin pernah kami sampaikan ‘To you whomever’ dan juga handphone yang kita temukan yang pernah ditulis tanggal 23 Februari 2017, ini dari handphone dan DNA ditemukan di handphone, DNA daripada David itu, yang berbunyi: ‘Saya sudah capek dengan kehidupan. Saya capek dengan semua kebohongan. Saya capek dengan mama saya yang delusional dan tidak pernah sadar-sadar. Saya sudah depresi selama 2 tahun, saya mau bunuh diri’. Ini tanggal 23 Februari 2017,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/10/2023).

Selanjutnya, Hengki menyampaikan, selain temuan pesan di handphone milik David itu, pihaknya juga menemukan catatan di laptop korban perihal pesan kematian.

“Pada tanggal 27 Juli 2023 kami temu juga di sini tulisan ‘to you whomever’, disini sudah kita translate didalam Bahasa Indonesia. ‘Jika ada yang membaca ini maka itu berarti saya sudah mati bersama ibu saya. Tergantung apakah dia akan meneruskannya atau tidak’,” tutur Hengki.

“Nah ini penting, nanti penjelasan berikut. Dan di paragraf berikutnya tertulis di sini. ‘Sejujurnya saya terkejut saya tidak bunuh diri dari awal’. Jadi ini clue-nya, walaupun tulisannya banyak, ini clue-nya ada disitu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Apsifor Ungkap Kepribadian Ibu Kasus Depok: Paranoid, Trauma Duka

Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan pihaknya, dipastikan tidak ada jejak maupun DNA orang lain di dalam rumah selain mereka berdua, sehingga dipastikan yang menulis pesan tersebut bukan orang lain.

“Di Polda Metro Jaya ada SOP apabila terjadi penemuan mayat ataupun jenazah itu harus dijaga sterilitasnya, tidak boleh ada yang masuk kembali, sehingga tidak ada materi-materi luar yang bisa mengganggu adanya penyelidikan, kecuali memang terjadi yang korban yang membutuhkan pertolongan, tapi kalau sudah jadi jenazah, strict kita tidak boleh ada yang masuk TKP,” terangnya.

Kedua korban tersebut juga mengalami kondisi yang depresif dan teralienasi dari kehidupan sosial setelah meninggalnya kepala keluarga pada tahun 2011.

“Oleh karenanya telah diadakan pemeriksaan kita mencari keidentikan dari pada masing-masing hasil penyelidikan ini,” tandasnya.(PMJ)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Siap Menangkan Prabowo Gibran, Relawan Presiden UKM Pimpinan H Bustan Pinrang Deklarasi di Kediaman Capres 02
Yekti Apresiasi, Tahanan Tititpan Polsek Karawaci Yang Lari Berhasil Ditangkap Kembali
Dukung Percepatan Pembangunan DOB Untuk Papua Sejahtera
Dua Minggu Jabat Kalapas Cipinang, Prayer Manik Beri Motivasi ke WBP
Selamat kepada Mahfud MD Bacawapres RI 2024 berikut surat terbuka dari dr Tunggul
Dihadiri Lintas Tokoh Sukses Deklarasi AMS Diaspora Indonesia
Galian Kabel Optik di Garut Diduga Sembarangan
Tolak Pembatasan Wacana Jam Kerja, Ojol Gruduk Kantor Kemenaker

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 19:38 WIB

Polisi Buru Truck Yang Kabur Saat Menabrak Truck Hingga Menimpa Dua Sepeda Motor

Rabu, 25 Oktober 2023 - 01:27 WIB

Tukang Tulis Togel Nenggo 999 Bertebaran di Kota Medan dan Deli Serdang, Satu Pun Belum Pernah Ditangkap, Warga Minta Polisi Tangkap Bos Besarnya !

Minggu, 15 Oktober 2023 - 14:54 WIB

Lapor Kapoldasu!!, Puluhan Mesin Judi Berserakan di Wilkum Pancur Batu

Senin, 9 Oktober 2023 - 15:52 WIB

MA Tolak Kasasi PTPN2 soal Klaim HGU di Jalan Pasar Deli

Kamis, 28 September 2023 - 16:53 WIB

Lagi Lagi Jembatan Desa Namorih “Jebol”, Mabes Polri Turun Diminta Turun “Gunung” Menutup Tambang Galian C Ilegal di Desa Namorih dan Kecamatan Kutalimbaru Yang Mengunakan Minyak Solar Subsidi Pemerintah

Berita Terbaru